BEM FIKTI GUNADARMA

1457869130957
BEM FIKTI UG 2015/2016 with volunteers, the last day of TechnoFair 2016

Mereka adalah BEM FIKTI UG. Dan aku termasuk kedalam bagian dari mereka.  2 tahun tergabung sebagai pengurus BEM FIKTI UG sungguh banyak cerita indah dan pengalaman yang tak bisa dilupakan.

Entah harus bercerita dari mana dan sampai mana kalau berbicara tentang BEM FIKTI. Karna BEM FIKTI lebih dari sekedar organisasi.

Menulis tentang BEM FIKTI ini, rasanya kurang untuk dijabarkan di halaman WordPress ini. Menulis tentang BEM FIKTI ini pun aku hampir tidak bisa berkata-kata. Karena terlalu banyak cerita yang dilalui bersama. Tidak bohong, sedaritadi aku menarik nafas berkali-kali sambil berfikir “Apa yang akan kutulis selanjutnya?”. Karena memang sungguh, sekali lagi, BEM FIKTI tidak bisa di deskripsikan di halaman ini.

Kekhawatiranku dicampur dengan kerinduanku dengan masa-masa di BEM FIKTI menjelang akhir periode inilah yang memotivasiku untuk menulis secarik tentang BEM FIKTI.

“Bagaimana rasanya menjadi mahasiswa yang aktif di organisasi?”

– pertanyaan dari seorang organisator untuk organisator.

Sudah taulah bagaimana rasanya menjadi mahasiswa yang aktif di organisasi. Sudah pahamlah kalau sering diingatkan teman untuk tidak “BEM melulu”. Rasanya bolos kuliah, izin sana-sini, tugas kadang terbengkalai, belajar sambil memikirkan proker, memikirkan deadline, rapat setiap hari sampai-sampai di cap “Anak Rapat” oleh teman-teman. Ya, itu melelahkan. Tapi, melelahkan yang indah, melelahkan yang produktif. Dan, aku suka melelahkan itu.

Serunya berorganisasi itu adalah kita mempunyai mimpi yang sama. Semakin nyata mimpi itu kita lihat, semakin semangat kita untuk mewujudkannya bersama-sama. Di proses mewujudkannya inilah terjadi kelelahan yang indah. Dan ketika sudah terwujudnya mimpi itu, kita merasakan kebahagiaan atas pencapaian yang kita perjuangkan bersama. Disitulah salah satu value yang bisa diambil dari berorganisasi.

Menjelang akhir kepengurusan, saya pun masih bingung apakah mau terus lanjut atau tidak. Seolah berdiri dipersimpangan jalan. Mengingat sudah semester 6 dan sebentar lagi melakukan tugas umum seorang mahasiswa untuk meraih gelar sarjana, Skripsi. Membayangkan hari-hari tanpa disibukki oleh kegiatan , tanpa  kicauan-kicauan yang selalu meramaikan telefon pintar, dan tanpa kelelahan yang indah itu.. rasa risau menghinggapi.

Bagaimana jika aku bilang, aku belum bisa meninggalkan BEM FIKTI ini jika tidak di tangan pemimpin yang bisa kupercaya untuk membuat BEM FIKTI tetap amanah dan berkembang lebih baik?

Percayalah teman, mungkin ilmu kepemimpinan kau lebih baik daripadaku. Bisa jadi, kau memang benar-benar berniat untuk meningkatkan kualitas BEM FIKTI. Dan bisa jadi itu adalah kamu 🙂 . Jika hipotesaku benar, jangan ragu kawan untuk melangkah maju. Kita sudah melalui 2 fase sebelum menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM FIKTI. Fase menjadi staff dan fase menjadi Kepala Departemen/Kepala Bidang. Tentu kau sudah mengerti seluk beluk BEM FIKTI sejauh ini.

Semoga niat baikmu didengar Allah dan tergerak hatimu untuk melangkah maju…

Semangat terus kawan!

8 Juni 2016. 22:15 WIB.

Advertisements

One thought on “BEM FIKTI GUNADARMA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s