A Dream Came True..

“Berdoa saja, karna tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini”

Seorang perempuan yang sangat baik hati berkata seperti itu saat diruangan eksekusi bulan Januari lalu.

Emosiku membuncah. Hatiku terjatuh-jatuh mendengarnya. Tak tahan lagi, air mata ku tumpah ruah. Aku sering mendengar statement itu, tapi baru kali itu aku amat memaknainya.

Ternyata benar, bahwa mimpi itu adalah perjuangan.

Mimpi itu adalah pengorbanan.

Mimpi itu adalah pembuktian.

Pembuktian kepada siapa? Kepada diri kita dan kepada Allah.

Mimpi itu adalah keseimbangan antara berdoa dan berusaha.

Membuktikan kepada Allah lewat usaha-usaha kecil yang kita lakukan di dunia.

Membuktikan kepada Allah bahwa kita benar-benar mengupayakannya.

Man Jadda Wa Jada (Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil) InsyaAllah

Membuktikan kepada Allah bahwa kita serius atas mimpi kita.

Membuktikan kepada Allah bahwa kita berusaha semaksimal mungkin sebagai tanda tanggung jawab kita atas doa yang kita panjatkan.

Dan ternyata benar doa itu adalah harapan.

“Semoga ga ujan”

*macet* “Jangan telat, jangan telat..”

See? Kita berharap untuk ga ujan, kita berharap untuk ga telat. Harapan itu adalah doa.

Karna harapan itu selalu menjadi senjata terakhir di setiap pertempuran.

Dan hanya kepadaNya-lah seharusnya hati ini berharap.

Menyerahkan, mengikhlaskan, memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah.

Sembari berfikir “Jika Allah cinta, Allah pasti akan berikanku yang terbaik. Dan karna aku cinta Dia, aku percaya padaNya bahwa apapun dariNya adalah yang terbaik. Jika memang melalui jalan ini cintaMu padaku akan bertambah, maka aku ridho atas ketetapan itu sekalipun itu bukanlah jalan yang kuinginkan..”

Dan ternyata, statement “Berdoa saja, karna tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini” adalah benar adanya.

Lagi, fase kehidupan telah berganti.

Terimakasih Allah, untuk segalanya.

Terimakasih untuk keluarga, teman-teman, dan orang -orang diluar sana yang sudah membantuku merayu, membujuk, dan memohon kepada Allah hingga akhirnya doaku dan doa kalian dikabulkan.

Tanpa doa-doa itu senjataku hanya satu, doaku sendiri, tapi dengan kalian, senjataku menguat, mengudara, sampai di Arsy Allah :’)

Terakhir,

Sukses, menang, berhasil itu bukan untuk semakin meninggi,

justru untuk semakin merunduk.

“Karena apalah yang bisa kita sombongkan di dunia ini? Bahkan diri ini saja bukan milik kita..” -Alia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s