6 Inspirational People In 2016

              Aku punya beberapa teman baik yang hadir didalam perjalanan hijrahku, yang menjadi sosok inspirasiku, yang perilakunya sederhana tetapi bermakna. Nama-nama ini ku samarkan agar tidak terjadi kesalahfahaman dalam menilai seseorang secara berlebihan baik itu akhwat ataupun ikhwan. Dan bagi siapapun yang membaca ini, jika kamu tau ciri-ciri orang dibawah ini, mungkin ini kamu, temanmu, atau siapa saja yang kau kenal 🙂

– Dha. Anggap saja namanya Dha. Teman terbaikku belakangan ini, terutama semenjak aku hijrah, dan lebih utama lagi sejak kita berada dalam satu lingkaran kecil disebuah organisasi. Dia suka menulis sama sepertiku. Lembutnya mengajarkan aku untuk bersikap yang serupa, tutur katanya mengingatkanku untuk berkata baik, dan sikapnya mendewasakanku untuk sabar. Banyak teladan yang bisa ku ambil darinya. Aku belajar menjadi muslimah yang baik dari sifat Bunda Khadijah, Aisyah, Maryam, Fatimah, dan muslimah hebat lainnya, termasuk Dha. Sempurna Allah tutup aibmu dihadapanku. Tetap istiqomah kawan 🙂

– Hay. Anggap saja namanya Hay. Aku mengenalnya sudah hampir 3 tahun dibangku kuliah. Ia kelahiran 1993. Tapi sungguh, wajahnya tidak sebanding dengan umur 23-an. Setiap kali aku berpapasan atau bertemu dengannya, pasti aku akan sedikit berteriak seraya menyapa “Hayyy!!”  dengan ekspresi wajah gembira. Ia pun selalu melemparkan senyum giginya. Ia selalu tampak ceria dan gembira, walau tidak ada yang tahu bagaimana situasi hatinya. Setiap bertemu dengannya, mengajarkanku untuk selalu menebar kebahagiaan kepada lingkungan sekitarnya. Aku dan temanku Dha selalu senang hati setiap bertemu dengannya. Guess who?

– Ei. Yang satu ini aku bertemu dengannya Dibawah Pohon Rindang (DPR) saat pertama kali masuk kuliah tingkat 2. Aku yakin sekali Ei di dirimu ada mutiara sebersih embun pagi semengkilat berlian yang belum terlihat secara sempurna. Semoga jodohmu menemukan mutiara itu. Ada beberapa hal yang aku kagumi dari sosok Ei. Kamu bisa menasehati kawan sepantaran dengan bahasa gaulmu, dengan singkat dan tepat tetapi tanpa membuat sakit hati. Kamu teman perempuanku yang sangat lemah lembut tetapi dalam waktu yang bersamaan kamu justru menutupi itu. Aku selalu doakanmu dan sahabat-sahabatku yang lainnya agar kalian mendapatkan hidayahNya. Tak perlulah aku deskripsikan panjang lebar tentangmu disini karna aku pernah kirim surat sekaligus novel bagus untukmu. Yakan Ei? hehe

– Sha. Sha, sungguh aku baru betul-betul akrab denganmu disaat masa lalu yang kelam itu terjadi. Kita pernah berada di masa kelam yang hampir sama. Sungguh itu sangat kelam dan aku tidak ingin membahasnya. Tetapi tahukah kalian? Justru dari masa kelam nan gelap gumpita itulah, secercah cahayaNya datang kepadaku. Aku tidak tau bagaimana denganmu Sha, tetapi seiring berjalannya waktu, aku temukanmu sudah berhijrah juga :’) aku sungguh senang melihat temanku yang mulai merubah dirinya sedikit demi sedikit. Mendekatkan dirinya kepada Allah. Berusaha mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Itu semua terlihat dari cara kamu berpakaian, dari kegiatan2 islami yang pelan-pelan kamu coba ikuti, dan dari antusias ceritamu tentang “kenyamanan saat menggunakan pakaian syar’i saat di warung makan ayam goreng kremes belakang kampus. Aku juga merasa ada teman hijrah yang sama-sama sedang berbenah diri, padahal kita sama-sama tahu “aku dulu bukan kyk gini banget, jauh”. Ya, jauh dari Allah. Tapi, kamu juga menginspirasiku. Bahwasannya hidayah bisa datang kapan saja, dimana saja. Dan kamu juga menjadi ‘penyadar’ ku bahwa janganlah menganggap diri sudah baik dan banyak ilmu padahal yang kita miliki mungkin hanya 1% dari luasnya ilmu. Kamu jugalah yg sekarang menjadi teman dakwah dan berbagi cerita tentang perjalanan ini. Tetaplah menjadi teman dakwahku Sha 🙂

– Ef. Matanya meneduhkan. Senyumnya menentramkan. Pastilah hatinya selalu damai. Pergaulannya luas tapi tetap pada batasannya. Pandangannya terjaga. Akalnya cerdas. Hatinya tertaut pada masjid. InsyaAllah mantap ilmu agamanya. Sungguh sosok ini sudah memenuhi ciri-ciri The Perfect Muslim/Muslimah. Inilah calon pemimpin bangsa yang baik untuk Indonesia menurutku, setidaknya kelak untuk keluarganya sendiri. Selalulah ajak teman-temanmu ini untuk melakukan kebaikan yang mendekatkan kita kepada Allah kawan. Agar kita tidak hanya berteman di dunia tetapi akan terus berteman hingga ke surgaNya insyaAllah. Keep istiqomah Ef 🙂

– Of. Yang satu ini berbeda. Kalau teman-teman diatas berasal dari kalangan FIKTI, kalau yang ini dari Psikologi. Kami seangkatan. Aku baru mengenalnya beberapa bulan yang lalu, saat aku ingin melakukan wawancara untuk bergabung di salah satu Lembaga Dakwah Islam (LDK) di kampusku. Sebetulnya aku sudah familiar dengan wajahnya ketika aku ikut kegiatan2 dari LDK kampusku, atau sekedar melihatnya di sekret masjid kampus. Tetapi Allah baru memperkenalkanku dengannya sekitar 4-5 bulan yang lalu. Sungguh aku iri pada kesholehannya saat pertama kali bertemu, bahkan sampai saat ini. Dia luar biasa. Akhlaknya sangat baik. Wajahnya tidak cantik, tetapi meneduhkan. Suaranya bagai simfoni hitam yang mengalun indah, walau aku belum pernah mendengar lantunan ayat-ayat suci darinya, tetapi aku yakin, ketika dia membacakannya itu adalah melodi paling merdu yang pernah aku dengar. Matanya seakan tidak pernah melihat kemaksiatan. Tutur katanya senantiasa jujur. Dia apa adanya. Dia sederhana tetapi memiliki segalanya. Dia orang kedua setelah Dha yang menjadi sosok inspirasiku selain Khadijah, Fatimah, Aisyah, dan Maryam. Of, semoga aku selalu bisa dekat denganmu dan menjadi teman baikmu agar aku dapat meniru kebaikan-kebaikan yang kamu terbarkan dan semoga langkahmu selalu berada di jalanNya 🙂

              Itu dia “6 Inspirational People in 2016” versi saya. Kalian begitu menginspirasi, setiap hal yang kalian lakukan memberikan energi positif bagi diriku yang membuat kacamata hidupku berubah. Aku bisa melihat hal-hal kecil yang indah walau kasat mata, aku dapat mendengar merdunya kebaikan walau tak dilisankan. Kalian adalah teman-teman syurgaku. Salah satu rezeki dari Allah kepada kita adalah ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang mendekatkan kita kepadaNya. Dan itu kalian 🙂 Semoga Allah selalu memberikan cahayaNya disetiap jalan setapak yang kita lewati, menjaga ukhuwah islamiyah diantara kita semua, dan menyatukan kembali di syurgaNya, aamiin.

Sukses selalu teman2, teruslah menginspirasi tanpa henti!
Teman perjalananmu,

Alia.

Pemuda yang disayang Allah

Zayn. Adalah pemuda yang berwibawa, santun, cerdas, dan sering shalat berjamaah di masjid. Masjid favorit yang selalu ia kunjungi adalah masjid Al-Azmi. Hampir setiap Subuh Zayn shalat di masjid itu. Terkecuali shalat Zuhur dan Ashar, karena pada siang hari Zayn harus menuntut ilmu di kampusnya. Jarak masjid Al-Azmi kurang lebih 500 meter dari rumahnya. Disaat matahari mulai terbenam, Zayn menyegerakan diri untuk shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah dari Pak ustadz di masjid atau bercengkrama dengan remaja masjid lainnya sambil menunggu adzan Isya. Begitulah siklus kegiatan Zayn setiap harinya.

Mungkin, ada sekelibat dari kita untuk bisa menjadi seseorang seperti Zayn yang hatinya terpaut di masjid. Dan bisa jadi, pemuda yang seperti ini adalah salah satu pemuda yang disayang Allah.
Apa iya?

Hari itu hari Sabtu. Zayn tidak kuliah. Ia sedang bersantai dirumahnya sambil menyeruput teh hangat di cerahnya pagi. Saat Zayn hendak menyeruput tehnya, tiba-tiba ada seorang gadis tanggung menghampiri Zayn. “Kak! Nih aku baru beli wafer di warung, pas banget sama teh yang kakak minum”. Dia Zahra, adik kandung Zayn yang duduk di bangku SMP. “Astagfirullah Zahra, kamu ngagetin aja”. “Hehe” Jawab Zahra cengengesan sambil menyodorkan wafer yang dibelinya tadi. “Makasih ya adik cantik..”. Kemudian Zahra duduk disebelah kakaknya dan bertanya,
“Kak, aku mau tanya sesuatu boleh gak?”
“Mau nanya kok pake nanya dulu? haha”
“Ish kakak serius”
“Iya, mau nanya apa sih?”
“Mmm, kakak kenapa sih suka banget shalat di masjid? Kenapa ga dirumah aja? ”
“Tumben kamu nanya begini, ada apa?”
“Hmm kakak jawab dulu baru nanti Zahra jelasin kenapa Zahra nanya begini”
“Begini Zahra, kalau Zahra menyayangi sesuatu, Zahra pasti ingin terus berdekatan dengan sesuatu yang Zahra sayangi kan? Misalnya, sayang sama Ibu?” Zayn mulai menjelaskan.
“Hm, iya..” Jawab Zahra sambil berfikir menerawang.
“Nah, begitulah hati kakak dengan Allah, Za. Kakak sayang Allah. Dan kakak juga ingin disayang Allah. Supaya kakak selalu dekat dengan Allah, kakak pergi ke rumah Allah yaitu masjid. Tapi bukan berarti kalau kita ga ke masjid, kita berjauhan dengan Allah, tidak. Hanya saja, mendatangi rumah Allah hati menjadi damai, tenang, bertemu dengan orang-orang yang juga sayang sama Allah di masjid, dan masih banyak lagi manfaatnya. ” Jelas Zayn.
“Kak.. Zahra juga mau seperti kakak, yang rajin ke masjid. Tapi, Allah memerintahkan baiknya perempuan shalat di rumah. Terus, gimana caranya supaya Zahra juga disayang Allah?” wajah Zahra mulai memelas.
“Zahra, Allah menyayangi manusia dengan cara yang berbeda-beda, ga harus dengan cara ke masjid. Sini kakak kasih tau” Zayn mulai merangkul adiknya.
Lalu Zayn mulai menjelaskan..

“Ada 7 golongan Za, yang akan Allah beri perlindungan di hari yang sudah tidak ada perlindungan lagi, yang pertama adalah pemimpin yang adil, kedua, pemuda yang tumbuh dalam beribah kepada Allah , ketiga, seseorang yang hatinya terpaut ke masjid, keempat, 2 orang yang saling mencintai karena Allah, bersatu karena Allah, dan berpisah karena Allah juga, kelima, laki-laki yang diajak (berzina) oleh perempuan yang cantik dan kaya harta tapi lelaki itu berkata ‘sesungguhnya aku takut kepada Allah’, keenam, seseorang yang bersedekah kemudian menyembunyikannya dari tangan kirinya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui, dan yang ketujuh adalah seseorang yang berdzikir kepada Allah sendirian kemudian bercucuran air matanya. Zahra bisa menjadi siapapun dari salah satu kriteria yang di sayangi Allah. “
“MasyaAllah kak.. Zahra baru tau 7 golongan ini dari kakak, Zahra sayang Allah, Zahra juga mau disayang sama Allah. InsyaAllah sebisa mungkin Zahra menjauhi larangan Allah dan melakukan perintahNya supaya lebih di sayang Allah”
“Nah, pinter! Jadilah pemuda yang disayang Allah Zahra, InsyaAllah..”
Untuk mendapatkan cinta dan perhatian dari seseorang yang kita sayangi, pasti kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan apa-apa yang dia sukai dan apa-apa yang tidak dia sukai. Begitulah seharusnya kita kepada Allah. Mentaati perintahNya, dan menjauhi laranganNya.
Mencintai Allah adalah hal yang istimewa. Dicintai Allah adalah hal yang luar biasa indah bagi siapapun yang dicintaiNya. Semoga kita adalah manusia yang dicintai olehNya. Aamiin…

“Kamu tidak akan pernah menderita jika kamu meletakkan Allah di hatimu..” – Surga Yang Tak Dirindukan

source :
http://zarkasih20.blogspot.co.id/2011/10/siapakah-orang-yang-hatinya-terpaut-ke.html