Bunga di tepi jalan

Processed with VSCO with acg preset

Jangan salah faham, bunga ini bukan dari seseorang atau siapapun. Bunga ini ku beli sendiri karna setiap kali aku pulang kampus, melewati banyak penjual bunga, dan bunga-bunga yang dipajangnya sungguh memikat. Aku membelinya hanya beberapa tangkai saja. Walau begitu, buncah hormon endorphinku meningkat, tanda aku senang. Penjual bunganya pandai memilah bunga yang segar untukku. Tiap kelopaknya tidak ada yang cacat ataupun layu. Dipilihnya beberapa yang sudah mekar, setengah mekar, dan sedikit kuncup. Ku pandang-pandangi kuntum bunga-bunga mungil itu. Bagaimana bisa otak memproses keindahan dari warna cerah, tekstur lembut, harum menenangkan makhluk hidup bisu ini dikirim ke sistem tubuh kemudian ditangkap sinyal bahwa hormon endorphin menyala, lalu perasaan yang ditimbulkan menjadi bahagia? MasyaAllah.. itu baru melihat bunga.

Bagaimana kalau proses doa – doa dan harapanmu terkabul? Sepertinya prosesnya lebih luar biasa lagi karena outputnya pun sungguh luar biasa. Apakah harapan sesuai dengan ekspektasi, apakah doa sesuai dengan usaha? Wallahu’alam.

Jangan menyerah Allah Maha Kuasa. Apapun bisa terjadi atas kehendakNya. Siapkanlah yang terbaik. Doakan dia yang kamu cintai. dan doakan dia yang kamu benci 🙂 Karena tidak semua orang tahu, bahwa ketika langit malam menyelimuti tidur nyenyaknya manusia, jutaan doa-doa dari orang yang diberi kebaikan sedang mengetuk langit malam, agar si Pemberi Senyum dilancarkan kuliahnya, agar si Penyebrang Jalan dimudahkan urusannya, agar si Sabar dikabulkan doa-doanya, si Rendah Hati dimurahkan rezekinya, untuk itu tetaplah berbuat kebaikan sekecil apapun, dimanapun, dan kapanpun. Because you never know when will your kindness replied by unexpectable happiness. And you never know that a little kindness can make someone fall in love with you..

Good Night.

Seorang wanita tua, berkata kepadaku “Seseorang yang menyukai bunga, bisa jadi jiwanya indah seperti bunga”.

 

Advertisements

Semilir Angin..

tumblr_static_night_sky_wallpaper_by_dji435-d66882b

Angin berhembus tenang malam ini

seperti menyapa ranting pohon yang mulai kedinginan

Angin berhembus melewati pohon yang tidak lagi ada daunnya,

bertanya “dimana daun-daunmu itu?”

“Aku menggugurkannya, musimku telah tiba. Musim gugur.” Jawabku.

Rinduku terungkap,

oleh embun yang hinggap di daun sebelah,

“Sabarlah kau dalam menanti daun-daun lebatmu tumbuh lagi” ucapnya, lalu ia berubah menjadi air.

Diam. Aku hanya bisa diam. Melewati malam-malam panjang. Menanti daun-daun itu.

Kebas diriku dihantam angin malam berkali-kali.

Dia baik tapi menyakitkan..

Sekarang musim gugur. Tetapi hujan kadang membasahi bumi ini.

Hujan menerpa wajahku seraya berkata,

“Cerialah dalam penantianmu”, singkat.. kemudian hujan pergi.

Basah kayuku dibuatnya membuat malam ini semakin sulit.

Enggan menyapa bulan tetapi butuh hangat sinarnya.

Malam ini bintang tidak ada dilangit hitam itu.

Bintang yang akhir-akhir ini menjadi pelita di gelap gumpitanya samudera.

Pohon ini merindukan bintang.

Yang selalu membawa kebahagiaan,

keceriaan,

dan kedamaian,

saat daun-daun itu melekat di dirinya..

 

 

 -Alia’s Mind Blowing-

Saat hati ini menemukan-Nya (Hijrah Part II)

Aku tidak tahu apakah Allah mencintaiku atau tidak,

Aku tidak tahu apakah Allah akan men-jatuhcinta-kan aku pada orang yang mencintaiNya atau tidak,

Yang aku tahu, aku merasa bahwa Allah menolongku

Aku merasa bahwa Allah menyelamatkanku

Aku merasa seolah Allah mengangkatku dari tumpukan jerami padi..

Ditengah deburan ombak yang menggiring manusia untuk mendekat ke laut, seolah Allah memaksaku untuk berjalan kearah tepi pantai, bahkan jauh2lah dari pantai, seolah pantai adalah sumber bahaya bagi orang yang tidak menyadarinya.

Aku merasa bahwa Allah menunjukkanku jalan yang benar..

Dan pada suatu titik aku MERASA bahwa Allah mencintaiku..

Salahkah aku jika aku MERASA seperti itu kepada Tuhanku?

Sedang ada firman yang pernah ku baca,

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]

Ya Allah semoga hati ini selalu terpaut kepadaMu, tegakkanlah hati ini diatas Agama ISLAM.

 

Terimakasih ya Allah,

Kau lahirkan aku di bumi sebagai orang muslim

 

“Letakkanlah Allah di hatimu, maka kamu TIDAK AKAN PERNAH kecewa” – Al.

 

Pemuda yang disayang Allah

Zayn. Adalah pemuda yang berwibawa, santun, cerdas, dan sering shalat berjamaah di masjid. Masjid favorit yang selalu ia kunjungi adalah masjid Al-Azmi. Hampir setiap Subuh Zayn shalat di masjid itu. Terkecuali shalat Zuhur dan Ashar, karena pada siang hari Zayn harus menuntut ilmu di kampusnya. Jarak masjid Al-Azmi kurang lebih 500 meter dari rumahnya. Disaat matahari mulai terbenam, Zayn menyegerakan diri untuk shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah dari Pak ustadz di masjid atau bercengkrama dengan remaja masjid lainnya sambil menunggu adzan Isya. Begitulah siklus kegiatan Zayn setiap harinya.

Mungkin, ada sekelibat dari kita untuk bisa menjadi seseorang seperti Zayn yang hatinya terpaut di masjid. Dan bisa jadi, pemuda yang seperti ini adalah salah satu pemuda yang disayang Allah.
Apa iya?

Hari itu hari Sabtu. Zayn tidak kuliah. Ia sedang bersantai dirumahnya sambil menyeruput teh hangat di cerahnya pagi. Saat Zayn hendak menyeruput tehnya, tiba-tiba ada seorang gadis tanggung menghampiri Zayn. “Kak! Nih aku baru beli wafer di warung, pas banget sama teh yang kakak minum”. Dia Zahra, adik kandung Zayn yang duduk di bangku SMP. “Astagfirullah Zahra, kamu ngagetin aja”. “Hehe” Jawab Zahra cengengesan sambil menyodorkan wafer yang dibelinya tadi. “Makasih ya adik cantik..”. Kemudian Zahra duduk disebelah kakaknya dan bertanya,
“Kak, aku mau tanya sesuatu boleh gak?”
“Mau nanya kok pake nanya dulu? haha”
“Ish kakak serius”
“Iya, mau nanya apa sih?”
“Mmm, kakak kenapa sih suka banget shalat di masjid? Kenapa ga dirumah aja? ”
“Tumben kamu nanya begini, ada apa?”
“Hmm kakak jawab dulu baru nanti Zahra jelasin kenapa Zahra nanya begini”
“Begini Zahra, kalau Zahra menyayangi sesuatu, Zahra pasti ingin terus berdekatan dengan sesuatu yang Zahra sayangi kan? Misalnya, sayang sama Ibu?” Zayn mulai menjelaskan.
“Hm, iya..” Jawab Zahra sambil berfikir menerawang.
“Nah, begitulah hati kakak dengan Allah, Za. Kakak sayang Allah. Dan kakak juga ingin disayang Allah. Supaya kakak selalu dekat dengan Allah, kakak pergi ke rumah Allah yaitu masjid. Tapi bukan berarti kalau kita ga ke masjid, kita berjauhan dengan Allah, tidak. Hanya saja, mendatangi rumah Allah hati menjadi damai, tenang, bertemu dengan orang-orang yang juga sayang sama Allah di masjid, dan masih banyak lagi manfaatnya. ” Jelas Zayn.
“Kak.. Zahra juga mau seperti kakak, yang rajin ke masjid. Tapi, Allah memerintahkan baiknya perempuan shalat di rumah. Terus, gimana caranya supaya Zahra juga disayang Allah?” wajah Zahra mulai memelas.
“Zahra, Allah menyayangi manusia dengan cara yang berbeda-beda, ga harus dengan cara ke masjid. Sini kakak kasih tau” Zayn mulai merangkul adiknya.
Lalu Zayn mulai menjelaskan..

“Ada 7 golongan Za, yang akan Allah beri perlindungan di hari yang sudah tidak ada perlindungan lagi, yang pertama adalah pemimpin yang adil, kedua, pemuda yang tumbuh dalam beribah kepada Allah , ketiga, seseorang yang hatinya terpaut ke masjid, keempat, 2 orang yang saling mencintai karena Allah, bersatu karena Allah, dan berpisah karena Allah juga, kelima, laki-laki yang diajak (berzina) oleh perempuan yang cantik dan kaya harta tapi lelaki itu berkata ‘sesungguhnya aku takut kepada Allah’, keenam, seseorang yang bersedekah kemudian menyembunyikannya dari tangan kirinya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui, dan yang ketujuh adalah seseorang yang berdzikir kepada Allah sendirian kemudian bercucuran air matanya. Zahra bisa menjadi siapapun dari salah satu kriteria yang di sayangi Allah. “
“MasyaAllah kak.. Zahra baru tau 7 golongan ini dari kakak, Zahra sayang Allah, Zahra juga mau disayang sama Allah. InsyaAllah sebisa mungkin Zahra menjauhi larangan Allah dan melakukan perintahNya supaya lebih di sayang Allah”
“Nah, pinter! Jadilah pemuda yang disayang Allah Zahra, InsyaAllah..”
Untuk mendapatkan cinta dan perhatian dari seseorang yang kita sayangi, pasti kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan apa-apa yang dia sukai dan apa-apa yang tidak dia sukai. Begitulah seharusnya kita kepada Allah. Mentaati perintahNya, dan menjauhi laranganNya.
Mencintai Allah adalah hal yang istimewa. Dicintai Allah adalah hal yang luar biasa indah bagi siapapun yang dicintaiNya. Semoga kita adalah manusia yang dicintai olehNya. Aamiin…

“Kamu tidak akan pernah menderita jika kamu meletakkan Allah di hatimu..” – Surga Yang Tak Dirindukan

source :
http://zarkasih20.blogspot.co.id/2011/10/siapakah-orang-yang-hatinya-terpaut-ke.html

HUJAN

bear-hujan

Hujan

Hujan selalu punya cerita,terutama hujan rintik yang syahdu. Rintikan air yang biasa namun dapat membuat suasana yang begitu luar biasa.

Hujan itu selalu mengerti apa yang kita rasakan,kadang hujan selalu membawa kita mengenang kembali ke masa lalu, melayangkan pikiran kita ke tempat-tempat yang dulu bersama orang yang terlibat di dalamnya.

Hujan itu romantis. Hujan selalu membuat kita termenung, membuang waktu hanya untuk menikmati suasananya. Aroma tanah dari hujan bahkan menjadi favorit setiap kalangan melankolis.

Hujan selalu punya cerita. Apa ceritamu tentang hujan? 🙂

i’d love to listen your story about rain and give you some advice, if you interesting you can send me the story by email me at aliamutiamayanda@yahoo.com .

Thank you for reading